KORESPONDENSI BISNIS






A. Pengertian Korespondensi Bisnis
 

    Korespondensi dalam kegiatan perkantoran diartikan sebagai teknik membuat surat dan berkomunikasi dengan surat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) .korespondensi dapat diartikan sebagai "Perihal Surat-Meyurat", dengan demikian korespondensi sebenarnya sama saja dengan surat-menyurat.

Pengertian korespondensi menurut beberapa Ahli :
  • Menurut Purwanto (2011:13), korespondensi adalah penyampaian maksud melalui surat dari satu pihak kepada pihak lain dapat atas nama jabatan dalam suatu perusahaan atau organisasi dan dapat atas nama perseorangan atau individu.
  • Sutrisno dan Renaldi (2014:123), korespondensi diartikan sebagai teknik membuat surat dan berkomunikasi dengan surat.
  • (Priansa dan Garnida, 2013:68),korespondensi adalah komunikasi antara seorang pegawai dengan orang lain, antara lain pegawai dengan instansi atau sebaliknya, antara pegawai dengan organisasi atau sebaliknya, antara instansi dengan instansi, antara organisasi dengan organisasi dan sebagainya dengan menggunakan surat sebagai media.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa korespondensi menunjuk pada tindakan atau aktivitas menulis atau menyusun surat.
    Pengertian bisnis dalam ilmu ekonomi, adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendaptkan laba. Secara histori kata bisnis dari baasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masayrakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Sehingga pengertian dari korespondensi bisnis adalah :
  1. Suatu bentuk korespondensi yang dilakukan oleh suatu lembaga atau organisasi bisnis dengan harapan dapat mencapai tujuan bisnis
  2. Berbagai macam aktivitas pertukaran informasi dan data melalui media surat-menyurat dalam menunjang aktivitas bisnis diantara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
B.Jenis-Jenis Korespondensi

Menurut Purwanto (2011:23), korespondensi dalam suatu kantor atau instansi, atau organisasi dibagai menjadi dua, yakni:

  1. Korespondensi Ekstern, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar.
  2. Korespondensi Intern, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.
C.Jenis-jenis Surat 

    Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat dinas, dan surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya.
  1. Surat pribadi ,adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri-ciri surat pribadi yaitu[15]:

    1. Tidak menggunakan kop surat
    2. Tidak ada nomor surat
    3. Salam pembuka dan penutup bervariasi
    4. Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
    5. Format surat bebas
  2. Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, baik perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya undangan, surat edaran, dan surat pemberitahuan. Ciri-ciri surat resmi
    1. Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi
    2. Ada nomor surat, lampiran, dan perihal
    3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim
    4. Penggunaan ragam bahasa resmi
    5. Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi
    6. Ada aturan format baku

       3. Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti                       industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak                   luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi,                       dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal.Berikut ini            adalah beberapa contoh surat niaga:

D. Macam-macam bentuk surat 

1. Bentuk lurus penuh (full block style), yaitu bentuk surat yang penulisannya semua dimulai dari pinggir sebelah kiri. artinya, mulai dari tanggal, kata penutup sampai kata lampiran yang ditulis di sebelah bawah penulisannya dimulai dari kiri.Format Surat : 


Bagian-bagian surat dari Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style) :
1. Kop Surat
2. Tanggal dibuatnya surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran
5. Hal
6. Surat yang di tujukan
7. Salam Pembukaan
8.a. Pendahuluan isi surat
8.b. Penjelasan isi surat
8.c. Penutup isi surat
9. Salam Penutup
10. Nama jabatan
11. Tanda Tangan
12. Nama yang mendatangani
      13. Tembusan
      14. Halaman lampiran surat/Inisial 

2. Bentuk lurus (block style), pada dasarnya sama dengan surat bentuk lurus penuh, perbedaannya terletak pada penempatan tanggal, salam penutup, nama instansi, nama terang dan nama jabatan yang ditullis disebelah kanan surat.
Format surat :
Bagian-bagian surat dari Bentuk Lurus (Block Style atau Modified Block Style) :
1. Kop Surat
2. Tanggal dibuatnya surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran
5. Hal
6. Surat yang di tujukan
7. Salam Pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9. Salam Penutup
10. Nama jabatan
11. Tanda Tangan
                                                          12. Nama yang mendatangani
                                                          13. Tembusan                                                                                                                                              14. Halaman lampiran surat/Inisial

3. Bentuk setengah lurus (semi block style), sebenarnya sama dengan bentuk surat lurus, perbedaannya terletak pada penulisan isi surat dan tiap alinea baru menjoraok (masuk ke dalam). pada praktiknya, surat dengan bentuk ini banyak dipergunakan oleh perusahaan.
Format surat :
Bagian-bagian surat dari Bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style) :
1. Kop Surat
2. Tanggal dibuatnya surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran
5. Hal
6. Surat yang di tujukan
7. Salam Pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9. Salam Penutup
10. Nama jabatan
11. Tanda Tangan
         12. Nama yang mendatangani
         13. Tembusan
         14. Halaman lampiran surat/Inisial

4.  Bentuk lekuk (indented style), penulisan alamat pada surat tidak rata atau berbentuk seperti tangga, dan setiap alinea baru menjorok kedalam.
Format surat :
Bagian-bagian surat dari Bentuk Lekuk (Indented Style) :
1. Kop Surat
2. Tanggal dibuatnya surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran/Hal
5. Hal/Lampiran
7. Salam Pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9. Salam Penutup
10. Nama jabatan
11. Tanda Tangan
12. Nama yang mendatangani
13. Tembusan
14. Halaman lampiran surat/Inisial

5. Bentuk menggantung (hanging paragraph), sebenarnya juga sama dengan surat bentuk lurus, perbedaannya hanya pada penukisan alamat dan alineanya. Setiap alinea ditulis rata kiri, sedang baris berikutnya menjorok kedalam.
Format surat :

Bagian-bagian surat dari Bentuk Alinea Menggantung (Hanging Paragraph) :
1. Kop Surat
2. Tanggal dibuatnya surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran/Hal
5. Hal/Lampiran
6. Surat yang di tujukan
7. Salam Pembukaan
8a. Pendahuluan isi surat
8b. Penjelasan isi surat
8c. Penutup isi surat
9. Salam Penutup
10. Nama jabatan
11. Tanda Tangan
                                                          12. Nama yang mendatangani
                                                          13. Tembusan
                                                          14. Halaman lampiran surat/Inisial

6.  Bentuk Resmi Indonesia Lama
Bentuk resmi Indonesia lama yaitu penulisan alamat surat diketik sebelah kanan di bawah tanggal surat.

Keterangan :
1) Kop Surat
2) Perihal dan Nomor Surat
3) Tempat, tanggal dan tahun Surat
4) Salam Pembuka
5) Isi Surat
6) Inti atau Pokok Surat
7) Salam Penutup
8) Tandatangan dan nama terang.







7. Bentuk Resmi Indonesia Baru
Bentuk resmi Indonesia baru merupakan variasi bentuk setengah lurus dan bentuk resmi Indonesia, bedanya dengan bentuk setengah lurus terletak pada penulisan salam penutup yang berada pada margin kanan yang setara dengan penulisan tembusan.
format surat :
Bagian-bagian surat
1.Kepala Surat/Kop Surat
2.Nomor Surat
3.Tanggal Surat
4.Lampiran Surat
5.Hal atau Perihal
6.Alamat Dalam Surat (siapa yang dituju)
7.Salam Pembuka
8.Isi Surat :
    a) Alenia Pembuka
    b) Alenia Isi
    c) Alenia Penutup
9.Salam Penutup
10.Pengirim Surat
11.Tembusan Surat
             12.Inisial

E. Fungsi Surat 

1.    Surat sebagai penyampai pesan.
2.    Surat sebagai wakil.
3.    Surat sebagai bukti tertulis.
4.    Surat sebagai pedoman/dasar bertindak.
5.    Alat untuk mengingat.
6.    Dokumen historis dari suatu kegiatan.
7.    Keterangan keamanan. 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dampak Covid-19 pada aspek Pendidikan dan Perekonomian

Tips tetap produktif dalam pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19